Hati-hati dengan Hatimu..

http://vanya2v.files.wordpress.com/2009/05/hf1.jpgSeorang pria telungkup di tengah lapangan yang luas di bawah teriknya sinar matahari, dengan tas disampingnya. Lalu segerombolan orang menghampiri dan memeriksa keadaan pria tersebut. Meninggal, kata salah satu orang gerombolan tersebut.

Mereka kemudian sepakat membuka tas disamping pria itu dan mencari tahu apa yang sebenarnya yang terjadi. Ternyata mereka semua berpikiran sama, andai tas itu terbuka sesaat sebelumnya, maka pria tersebut mungkin tidak meninggal dalam keadaan seperti ini.

Apakah isi tas itu?? Hayo apa ayoo? Ternyata isi tas itu adalah parasut. Parasut itu gagal terbuka pada saat si pria melakukan terjun payung. Memang sangat menyedihkan dan naas. Parasut jadi penentu keselamatan jiwa para penerjun payung. Dan…begitu jugalah hati kita..

Hati hanya akan berfungsi jika dalam keadaan terbuka, open heart-lah istilahnya gitu. Hati akan menjadi penyelamat. Kita akan menyerap petunjuk lebih mudah, menerima hidayah lebih mudah dan berprilaku lebih mulia. Jangan biarkan hati tertutup dengan butir-butiran kotoran hati, yang akan kian menebal jika tidak segera dibersihkan. Karena pada keadaan tertentu, kotoran hati tidak dapat dibersihkan dengan hanya sekali-dua kali kilapan ‘wing porselen’!! Kotoran hati tersebut sudah menjadi bagian dari prilaku dan sikap keseharian manusia.

Oleh karena itu :
“Perhatikanlah hatimu karena ia akan menjadi fikiranmu
Perhatikanlah fikiranmu karena ia akan menjadi perkataanmu
Perhatikanlah perkataanmu karena ia akan menjadi perbuatanmu
Perhatikanlah perbuatanmu karena ia akan menjadi kebiasaanmu
Perhatikanlah kebiasaanmu karena ia akan menjadi karaktermu
Dan Perhatikanlah karaktermu karena ia akan menjadi lintasan hatimu”

Semuanya kembali kediri kita masing-masing. Tanyakan pada diri sendiri apa yang akan terlintas dalam hati kita pada saat ini, saat itu, dalam keadaan ini, dan jika berada dalam keadaan itu. Karena kalau bukan diri sendiri yang bertanya lalu siapa lagi…….??? Masa harus orang lain..hehe ‘just try to do better’

Bagaimana menurut anda ?😀

4 Tanggapan so far »

  1. 1

    purwatiwidiastuti said,

    qulubal qulub tsabit qulubana, ya allah yang membolak balikkan hati, tetapkan hati kami dalam iman
    amin

    purwati

  2. 2

    DwieSoedarmono said,

    السلل م عليحم ورحمة الله وبرحاته
    Tuhan lapangkanlah hati kami,tanamkanlah kebaikan di hati kami,dan tiupkanlah keRidhoanMU untuk mmperkuat iman dan takwa kami.
    Ya Allah engkaulah maha mengetahui hati kami.__AMIEN,AMIEN__ALLAHUMA AMIEN”

  3. 3

    Solihin said,

    Saya sangat tertarik dengan ungkapan:
    “Perhatikanlah hatimu karena ia akan menjadi fikiranmu
    Perhatikanlah fikiranmu karena ia akan menjadi perkataanmu
    Perhatikanlah perkataanmu karena ia akan menjadi perbuatanmu
    Perhatikanlah perbuatanmu karena ia akan menjadi kebiasaanmu
    Perhatikanlah kebiasaanmu karena ia akan menjadi karaktermu
    Dan Perhatikanlah karaktermu karena ia akan menjadi lintasan hatimu”.
    Hanya sumbernya dari mana?
    Terima kasih


Comment RSS · TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: