Mamahku Nggak Setuju !

https://i1.wp.com/4.bp.blogspot.com/_IvB0O8gC6RE/SxCjH-3mHsI/AAAAAAAAAFY/UwDmLh2RBeY/s1600/keluarga+bahagia.jpgManten.Wordpress.com

“Mah, gimana kemaren..ktemuan dengan ikhwan calonku itu..?” tanya Risma manja.
“Ikhwan apa bakwan ? Lemes banget orangnya, kurus lagi..” kata Ibunya Risma meledek sambil memonyongkan mulutnya.

“Ih..mamah serius nihh..” rajuk Risma
“Hehe, ya mamah serius..kamu harus terima yah kata-kata mamah..” si ibu menampakkan

mimik serius kali ini. Risma menatap wajah serius ibunya.
“Risma, Mamah tegaskan kali ini Mamah bener-bener nggak setuju..” pelan-pelan tapi tegas ibunya berbicara.

Wajah Risma terlihat memelas. Tampak kekecewaan terbersit di wajahnya. Maklum saja, ini ta’aruf kelima yang dijalaninya. Haruskah ia membuka lembaran baru biodata para lelaki dari ustadzahnya ? Haruskah ia mencari lagi calon pria yang bisa mengisi lubang di hati ? Haruskah ia mencari lagi wajah yang nantinya bakal menghiasi hari-harinya ?

“Heh! Bengong lagi! ” tegur si ibu sambil menepuk paha Risma.

Terkejut Risma sambil tersipu. Ingin rasa membalas perkataan ibu. Tapi mulut terasa mengunci. Ia tak tahu apa lagi yang harus diucapkan. “Duuh, segitunya, kamu seneng banget ya sama si ikhwan ini ?” si Ibu rupanya tahu si anak kecewa. Sambil membetulkan jilbabnya, wanita paruh baya itu tersenyum lalu berkata, “Risma,,mamah bener-bener gak setuju” masih pelan seperti tadi.

“Kenapa sih Mah ?” suara Risma bergetar. Perempuan muda itu. Aktivis yang biasa membakar semangat juniornya di kampus itu suaranya bergetar, seakan ingin menangis.
“Lho, lho..kok nangis sih anak mamah tersayaang..” dekapan sang ibu membuat air mata Risma semakin berderai-derai.
“Hey, hey,,kok cengeng banget sih anak mamah..dengerin mamah sini..”

Risma masih menunduk. Mencoba hentikan isaknya, tapi tak kuasa. Ya ALLAH..

“Risma, Mamah gak setuju kalo lama-lama..” ujar si Ibu, masih pelan. Senyumnya makin lebar sambil melihat anaknya terbengong-bengong. “ee..maksud mamah ?” tanya Risma, masih dengan suara bergetar,
“Hehehe,,mamah gak setuju kalo kita tolak dia, mamah gak setuju kalo kita menunda-nunda utk mendengarkan si ikhwan mengucap ijab…” kaget juga si Risma mendengar ibunya bicara agak keras dengan senyum lebar mengembang. Tapi kali ini tangis Risma terhenti dan senyum malu-malunya menyembul.

“Mamah lihat dia memang beda dengan calon-calonmu sebelumnya..ikhwan yang satu ini bener-bener Sho-Gun..”
“Sho-Gun..apaan tuh mah..”
“Sholeh & Gun-Thenk..” kata sang Ibu cerah.

“Aah..mamah….maksain” Risma memeluk ibunya. Pelukan bahagia. InsyaALLAH ia akan melepas masa lajangnya.Suatu saat, Sebentar lagi kita tentukan tanggalnya, gumam Risma.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: